Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» PESEdit 2012 Patch 3.4
Sun Jul 08, 2012 6:38 pm by andymaru21

» Hajimemashite
Sun Jul 08, 2012 6:33 pm by andymaru21

» --Love Plus---
Sun Jul 08, 2012 6:26 pm by andymaru21

» About Drama Korea
Wed Jun 06, 2012 4:23 pm by kencana1_1hime

» Kenapa ya saya males sm musik Indonesia??
Mon Mar 26, 2012 10:28 am by shugoki

» Maen shiritori yuuu!!
Fri Mar 02, 2012 2:40 pm by aruku

» Di Jepang ada tren Behel dan softlense ga sih?
Tue Feb 21, 2012 12:32 pm by sallity

» Ada ga sih Balai Pengkajian Bahasa di Jepang?
Wed Feb 15, 2012 4:38 pm by ovèrkill

» Gombal-gombalan yuukk pake bahasa inggris biar mantep hehehe
Sat Feb 11, 2012 2:10 pm by alfina.qibty

» Kamera Canggih buatan Jepang?
Sat Feb 11, 2012 1:44 pm by alfina.qibty

» Curhatan PERTAMAX yeeuuuhhh
Wed Feb 08, 2012 9:26 am by andymaru21

» Pelajaran yang tidak disukai ketika SMA / Kuliah (dan alasannya)
Sat Feb 04, 2012 9:04 pm by andymaru21

» [share] manga yang sering dibaca jaman masih bocah
Fri Feb 03, 2012 7:17 pm by sallity

» [ASK] Cinta...oh cinta... Apa sih cinta itu??
Fri Feb 03, 2012 4:56 pm by Sakka-Hime

» [ASK] Game jadul yg ttp asik... apa aj ya gan?
Thu Feb 02, 2012 10:31 am by ovèrkill

Top posting users this week

Top posting users this month

Poll

Saat-saat terakhir Rasulullah (PBUH)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Saat-saat terakhir Rasulullah (PBUH)

Post by shugoki on Sun Jan 01, 2012 10:01 am


بسم الله الرحمن الرحيم
Saat-saat terakhir Rasulullah (Peace Be Upon Him)

Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad SAW, Allah SWT telah berpesan kepada Jibril. "Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!" Sungguh berharganya manusia yang satu ini.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?", tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?". "Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, sekali ini aku melihatnya", tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut", kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu", kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?", tanya Rasulullah. "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya", kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?", tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal", kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi, "Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya, "Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)". Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan, "Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)".

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa'alaihi wasahbihi wasallim. Ya Allah, Berikanlah untuk Muhammad "al wasilah" (derajat) dan keutamaan. Dan tempatkanlah ia di tempat terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan".

Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut namanya. Masya Allah...


Dikutip dan dilansir dari: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/02/camkan-pesan-terakhir-rosulullah.html
avatar
shugoki
Admin

Number of posts : 40
Lokasi : ext partition
Reputation : 8
Points : 39
Registration date : 24.02.08

Lihat profil user http://shugoki.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Saat-saat terakhir Rasulullah (PBUH)

Post by ovèrkill on Sun Jan 01, 2012 9:01 pm

Thumbs up gan! Dah pernah baca bbrp kali sebelumnya, tapi selalu menggugah hati...

Ditunggu share lainnya bounce
avatar
ovèrkill
Maru Sotoi
Maru Sotoi

Number of posts : 112
Age : 31
Lokasi : Bandung, Indonesia
Reputation : 10
Points : 142
Registration date : 14.11.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik